JAKARTA - Pada 12 Maret 2026, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat harga cabai rawit merah berada di angka Rp65.750 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dan bawang putih masing-masing diperdagangkan seharga Rp37.400 per kg dan Rp38.050 per kg di tingkat pedagang eceran.
Cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing dijual dengan harga Rp20.100 per kg dan Rp24.750 per kg. Untuk cabai rawit hijau, harganya tercatat Rp27.650 per kg, menunjukkan fluktuasi yang relatif stabil dibanding pekan sebelumnya.
Harga Daging dan Telur Ayam Ras
Daging ayam ras tercatat seharga Rp31.950 per kg, sementara daging sapi kualitas I dan II sama-sama berada di angka Rp127.500 per kg. Telur ayam ras pun stabil di harga Rp31.200 per kg, menjadi salah satu komoditas pokok yang dipantau secara rutin.
Kondisi ini menunjukkan pola permintaan yang cenderung stabil di pasar tradisional maupun modern. Penjual mengantisipasi lonjakan harga dengan menjaga stok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Harga Beras Berdasarkan Kualitas
Untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp13.150 per kg dan kualitas bawah II Rp13.200 per kg. Sementara beras kualitas medium I dijual Rp14.550 per kg dan medium II Rp14.500 per kg, menandakan perbedaan harga yang tidak terlalu signifikan.
Beras kualitas super I dihargai Rp15.300 per kg dan super II Rp15.100 per kg. Harga ini memberikan panduan bagi konsumen dalam memilih produk sesuai anggaran dan kebutuhan sehari-hari.
Harga Minyak Goreng dan Gula Pasir
Minyak goreng curah tercatat Rp18.100 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I seharga Rp21.700 per liter dan bermerek II Rp20.400 per liter. Perbedaan harga ini biasanya dipengaruhi oleh merek, kualitas kemasan, serta distribusi di tiap wilayah.
Gula pasir kualitas premium berada di Rp17.050 per kg dan gula pasir lokal Rp17.700 per kg. Ketersediaan gula cukup memadai sehingga harga cenderung stabil dan tidak mengalami lonjakan mendadak.
Tren Harga Pangan dan Implikasinya
Fluktuasi harga pangan di pasaran menunjukkan bahwa beberapa komoditas mengalami stabilisasi dibanding pekan lalu. Hal ini memberi kesempatan bagi konsumen untuk merencanakan belanjaan mingguan tanpa khawatir kenaikan harga yang signifikan.
Pemantauan harga secara berkala melalui PIHPS membantu pemerintah dan pelaku usaha untuk menyesuaikan strategi distribusi. Konsumen juga dapat menggunakan data ini untuk membandingkan harga di pasar tradisional dan modern.
Ketersediaan komoditas utama seperti cabai, bawang, daging, beras, gula, dan minyak goreng menjadi indikator stabilitas pangan di tingkat nasional. Dengan informasi yang akurat, masyarakat dapat mengatur anggaran rumah tangga lebih efisien dan mengantisipasi kenaikan harga di masa mendatang.