Update Harga Pangan Nasional 18 Februari 2026: Beras, Bawang, Cabai, Daging, Minyak Goreng

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:01:32 WIB
Update Harga Pangan Nasional 18 Februari 2026: Beras, Bawang, Cabai, Daging, Minyak Goreng

JAKARTA - Harga pangan rata-rata nasional di Indonesia menunjukkan pola beragam pada Rabu, 18 Februari 2026. Pantauan panel harga Badan Pangan Nasional pukul 09.50 WIB mencatat penurunan harga beras premium sebesar 1,6% menjadi Rp15.405 per kilogram.

Beras medium juga turun 1,14% menjadi Rp13.237 per kilogram. Sementara itu, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Perum Bulog turun 0,35% ke angka Rp12.400 per kilogram.

Selain itu, beras medium non-SPHP tercatat turun 0,58% menjadi Rp13.847 per kilogram. Beras khusus lokal justru mengalami kenaikan 1,45% ke angka Rp15.992 per kilogram.

Jagung peternak mengalami penurunan paling tajam sebesar 5,87% menjadi Rp6.555 per kilogram. Kedelai biji kering impor juga turun 0,82% ke Rp10.839 per kilogram, menunjukkan tren penurunan harga pangan non-beras.

Pergerakan Harga Bawang dan Cabai Menunjukkan Penurunan Signifikan

Bawang merah mengalami penurunan harga 4,12% menjadi Rp40.367 per kilogram. Bawang putih bonggol turun 2,35% menjadi Rp38.351 per kilogram, memudahkan masyarakat dalam membeli kebutuhan bumbu dapur.

Cabai merah keriting turun 2,88% menjadi Rp44.564 per kilogram. Cabai merah besar turun signifikan 8,41% menjadi Rp38.789 per kilogram, sementara cabai rawit merah hanya turun tipis 0,25% menjadi Rp75.582 per kilogram.

Penurunan harga bumbu dapur ini bertepatan dengan momen sehari setelah Imlek dan menjelang Ramadan. Tren ini memberi peluang masyarakat untuk menyiapkan kebutuhan makanan dengan biaya lebih ringan.

Harga Daging, Telur, dan Produk Hewani Beragam di Pasar

Harga daging sapi murni naik 1,26% menjadi Rp141.332 per kilogram. Sebaliknya, harga daging ayam ras turun 1,14% ke Rp41.022 per kilogram, menunjukkan perbedaan pergerakan harga antara jenis daging.

Telur ayam ras turun 1,86% menjadi Rp30.672 per kilogram. Daging kerbau beku impor juga turun 2,93% menjadi Rp110.392 per kilogram, sementara daging kerbau segar lokal naik 1,46% menjadi Rp152.667 per kilogram.

Harga ikan menunjukkan tren beragam, di mana ikan kembung naik 3,68% menjadi Rp47.377 per kilogram. Ikan tongkol nyaris stabil dengan kenaikan tipis 0,01% menjadi Rp37.614 per kilogram, dan ikan bandeng naik 0,90% menjadi Rp37.534 per kilogram.

Perbedaan harga ini menandakan fluktuasi komoditas hewani menjelang periode konsumsi tinggi. Kenaikan daging sapi dan ikan tertentu diprediksi terkait persiapan masyarakat menyambut Ramadan 2026.

Perubahan Harga Gula, Garam, Tepung, dan Minyak Goreng

Harga gula konsumsi turun 0,92% menjadi Rp18.120 per kilogram. Garam konsumsi juga turun 1,64% menjadi Rp11.441 per kilogram, memberikan dampak positif bagi pengeluaran rumah tangga.

Tepung terigu curah turun 2,62% menjadi Rp9.524 per kilogram, sedangkan tepung terigu kemasan turun 3,33% menjadi Rp12.636 per kilogram. Minyak goreng kemasan tercatat turun 1,72% menjadi Rp20.875 per liter.

Minyak goreng curah turun tipis 0,46% menjadi Rp17.646 per liter. Minyakita turun 1,62% menjadi Rp16.903 per liter, membantu masyarakat dalam menyiapkan kebutuhan memasak dengan biaya lebih terjangkau.

Penurunan harga bahan pangan ini menjadi sinyal stabilisasi pasokan. Pemerintah dinilai berhasil menjaga ketersediaan barang di pasaran menjelang momen besar seperti Imlek dan Ramadan.

Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Harga Pangan

Pergerakan harga pangan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pasokan, permintaan, hingga kondisi cuaca. Penurunan harga bawang dan cabai bisa terkait dengan pasokan melimpah pasca panen.

Sementara kenaikan harga daging sapi murni dan beberapa jenis ikan terkait dengan meningkatnya permintaan menjelang Ramadan. Kondisi ekonomi, inflasi, dan biaya produksi juga turut memengaruhi harga di pasar.

Perubahan nilai tukar rupiah dapat memengaruhi harga komoditas impor seperti kedelai dan daging kerbau beku. Kebijakan pemerintah terkait impor dan stabilisasi harga juga menjadi faktor penentu fluktuasi harga.

Pengawasan harga secara harian menjadi penting agar masyarakat dan pedagang dapat menyesuaikan strategi belanja dan penjualan. Panel harga Bapanas membantu pemerintah memantau tren ini secara real-time.

Pemantauan harga pangan juga penting untuk menjaga kestabilan inflasi. Dengan informasi harga terbaru, masyarakat dapat mengatur belanja kebutuhan pokok tanpa mengganggu anggaran rumah tangga.

Terkini