JAKARTA - Pemerintah melalui tim pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) memastikan bahwa pemberian asupan nutrisi bagi siswa akan tetap berlangsung selama bulan suci Ramadan 1447 H/2026.
Dalam keterangannya di Cirebon, pihak penyelenggara menekankan bahwa esensi program ini tidak akan terhenti, namun akan mengalami modifikasi teknis untuk menghormati pelaksanaan ibadah puasa bagi para siswa muslim. Salah satu strategi utama yang diambil adalah dengan menyajikan menu kering atau paket makanan yang lebih tahan lama guna menyesuaikan waktu konsumsi siswa.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa hak siswa atas gizi yang seimbang tetap terpenuhi tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah mereka. Penyesuaian ini juga bertujuan untuk meminimalisir risiko makanan menjadi basi jika dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat waktu berbuka atau sahur.
Modifikasi Distribusi Dan Variasi Menu Kering
Berbeda dengan hari biasa di mana makanan disajikan hangat di lingkungan sekolah, selama bulan Ramadan, pola distribusi akan disesuaikan dengan jadwal kepulangan siswa atau kondisi di lapangan. Penggunaan menu kering dipilih karena memiliki keunggulan dari sisi ketahanan produk namun tetap menjaga standar kalori dan gizi yang telah ditetapkan.
Beberapa poin penting terkait penyesuaian ini antara lain:
Ketahanan Pangan: Pemilihan menu yang tidak mudah rusak (seperti lauk kering, kacang-kacangan, atau produk olahan protein yang tahan lama).
Standar Gizi: Meskipun dalam bentuk kering, tim ahli gizi tetap memastikan kandungan protein, serat, dan vitamin dalam setiap porsi tetap sesuai dengan angka kecukupan gizi anak sekolah.
Edukasi Konsumsi: Siswa diberikan arahan bahwa paket makanan tersebut diberikan untuk dikonsumsi saat waktu berbuka atau sebagai pelengkap menu sahur di rumah.
Menjaga Kontinuitas Kesehatan Siswa Selama Berpuasa
Program MBG selama Ramadan dipandang sebagai dukungan nyata pemerintah terhadap kesehatan siswa. Berpuasa di usia sekolah membutuhkan asupan nutrisi yang tepat agar konsentrasi belajar tetap terjaga meskipun dalam kondisi menahan lapar dan haus. Dengan tetap berjalannya program ini, orang tua diharapkan merasa terbantu dalam menyediakan menu bergizi bagi anak-anak mereka.
Penyelenggara di daerah Cirebon menyatakan bahwa pengawasan terhadap kualitas bahan pangan akan tetap dilakukan secara ketat. Tim di dapur umum tetap bekerja dengan standar higienitas tinggi untuk memproduksi ribuan porsi yang akan dibagikan.
Sinergi Dengan Pihak Sekolah Dan Orang Tua
Kesuksesan transisi menu MBG di bulan Ramadan ini sangat bergantung pada koordinasi antara pihak sekolah dan orang tua murid. Sekolah berperan aktif dalam mengatur waktu pembagian agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar yang biasanya dipersingkat selama Ramadan. Sementara itu, orang tua diharapkan dapat memastikan bahwa paket MBG tersebut benar-benar dikonsumsi oleh anak pada waktu yang tepat.
Pemerintah berharap, melalui penyesuaian menu kering ini, program MBG dapat terus menjadi instrumen penting dalam mencetak generasi emas Indonesia yang sehat dan cerdas, tanpa terkecuali selama menjalankan ibadah di bulan suci.